Hati-hati membeli Peralatan Laboratorium Teknik Sipil  karena banyak OKNUM PENIPUAN yang mengiming-imingi Harga Alat atau Barang dengan harga Miring / sangat Murah / Di bawah Harga Pasar . berkedok sebagai Supplier dengan menggunakan Peralatan Teknik Sipil sebagai Medianya 

Ada beberapa kejadian Penipuan dalam alat Laboratorium Teknik Sipil yang dapat menimpa siapa saja . 

ini adalah artikel salah satu Modus Oknum Penipuan sesungguhnya yang kami ambil dari beberapa cerita dan pengalaman baik Rekan ataupun Calon Konsumen kami ketika datang ke kantor kami untuk membeli alat Laboratorium Teknik Sipil .

A adalah korban 
B adalah Oknum 1
C adalah Oknum 2

A : dapat telepon dari seseorang yang tidak dikenal yaitu B berbicara bahwa B mau menjual alat Sipil dengan harga yang super murah / miring , dan alatnya adalah Compression machine ( alat uji kuat tekan beton )  dengan harga rata-rata  : 50.000.000 dan B mau menjualnya hanya dengan harga 20.000.000 saja . dikarenakan alasan bla bla bla . supaya Calon korban dapat terjebak .

dan A belum terjebak karena A berfikir bahwa kalaupun alat itu dibeli . dan kalo di jual lagi dengan cepat , bisa mendapatkan keuntungan hingga 100% yaitu 20.000.000 an . tapi mau di jual ke siapa sementara sama sekali tidak punya saudara , rekan atau kenalan yang berkecimpung dalam dunia Kontraktor dan dinas PU .

selang beberapa jam / beberapa hari , A dapat telepon lagi dari seseorang yang tidak dikenal yaitu C , sebelum A sempat mengucapkan Salam , C berbicara dengan nada bicara yang sangat cepat dan lantang bahwa C sangat membutuhkan alat Compression Machine ( alat yang pernah ditawarkan oleh B ) dan butuh cepat karena untuk mengejar proyeknya harus segera selesai . karena kalo tidak segera selesai C bisa kena Penalti / Denda . ga apa-apa saya beli di 45.000.000 aja ya dan bla bla bla untuk merayu . lalu akhirnya C meminta maaf sudah salah sambung . karena bla bla bla . 

A pun mulai terpikirkan kepada A yang pernah nelepon menawarkan alat compression machine ( yang di butuhkan oleh C ) karena keuntungan yang di dapatkan bahkan melebihi perkiraan yaitu jadi 25.000.000 keuntungan yang bisa di dapatkan oleh A . A pun langsung mengambil keputusan secara tergesa-gesa dengan alasan tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan . A memutuskan mesin dari B akan dibeli dan dijual kepada C . dan akhirnya mendaptkan keuntungan sebesar 25.000.000

A telepon B dan menanyakan apakah alatnya masih ada , B telah siap dengan berbagai alasan , B berbicara bahwa iya masih ada karena sayang ngejualnya kalo dengan harga 20.000.000 ruginya banyak . tapi kalo tidak dijual B butuh sangat butuh uang untuk bla bla bla . kebetulan pinjam sana sini rekan da saudara lagi pada kosong , bla bla bla . akhirnya B memutuskan B jual mesinnya di 25.000.000 biar pas dengan dana yang dibutuhkannya . istilahnya A tolongin saya lah ujar B .

A berfikir oh ya sudah lah tidak apa-apa lagian ini rezeqi tidka terduga dari tuhan , jadi sebaiknya membantu B . lagian keuntungan yang di dapatkan masih lumayan yaitu 20.000.000 . deal transaksi A dan B untuk alat Compression Machine seharga 25.000.000 tanpa bertemu dan dilakukan via Telepon ( karena jaraknya lumayan jauh sehingga tidak memungkinkan untuk bertemu karena waktunya juga sangat tidak banyak )

selang beberapa hari datang kiriman ke rumah A ( compression machine ) dengan packing berantakan , lalu packing dibuka , compression machinenya terlihat mulus layaknya barang baru . A menelepon pembeli Alat yaitu C . C kalau di telepon selalu angkat hanya yang janjinya alatnya akan di ambil pada hari itu juga ternyata sampai 1 minggu lebih ga datang juga . di temuin selalu tidak jadi alasannya bla bla bla agar meyakinkan . setelah 2 minggu tidak di ambil juga . A baru sadar kalau A sudah kena Tipu . 

A memutuskan untuk menjual mesin tersebut ke orang yang memang mengerti alat tersebut . A mengunjungi Kantor / Bengkel dari Supplier alat teknik Sipil . A ingin menjual compression machine nya dengan harga 20 juta . dan bercerita bagaimana awal mula kejadiannya . sambil A bercerita Alat di bongkar dan di periksa . untuk luarnya memang terlihat layaknya barang baru tapi spesifikasinya jauh , bukan hanya speknya jauh ternyata alat tersebut tidak bisa dipakai dikarenakan tidak memenuhi standar kualitas mesin tersebut

dan Supplier tersebut hanya berani membeli alat nya dengan harga 5 juta saja . karena kalau bikin pun itu tidak akan habis lebih dari 6.500.000 . dan akhirnya kerugian yang di derita A bukan hanya uang 20.000.000 tapi cape hati dan pikiran selama 2 minggu . juga banyak waktu yang terbuang hanya karena Alat tersebut . coba di hubungi kembali no telepon B sudah tidak pernah aktif dari beberapa hari yang lalu begitupun no C . lalu ke kantor polisi untuk laporan . jawab polisi : kalau kasus nya seperti itu sulit untuk kami membantunya . dan uangnya tidak mungkin bisa kembali .


Kesimpulan : 
mohon kepada Bapak / Ibu untuk mengingatkan bila ada rekan atau saudaranya harap untuk lebih berhati-hati bila merasa sedang mengalami kejadian atau hampir mengalami kejadian yang alur ceritanya menyerupai cerita di atas .


dan masih banyak lagi modus-modus lainnya . yang insya allah nanti akan kami posting di pertemuan berikutnya .